Sakit Hati
hari ini final ayaba lawan yuanasatria. aku datang pertandingan bisa dibilang on time. jam 6 sore kami mulai main. duduk di bench membuatku merasa lebih tenang. mengamati dan memberikan dukungan semangat selalu kuteriakan pada teman-teman yang sedang bermain. lawan cukup tangguh memberikan tekan demi tekanan kepada timku ayaba. teman- teman juga cukup lelah menghadapi musuh. di quarter 2 pemain mulai diganti satu-persatu untuk menaikan tempo. hingga di quarter 3 aku belum juga dimainkan. aku sudah menduga mungkin hari ini sama seperti hari sebelumnya. pertandingan ini berlangsung sangat ketat karena terjadi kejar-mengejar point. melihat kedua orang tuaku dan adek-adekku datang ingin melihat permainanku. tapi hingga masuk di quarter 4 aku belum juga dimainkan. memang sedih diriku hanya bisa melihat teman-temanku berjibaku di lapangan sedangkan aku hanya duduk tersenyum dan berteriak dari bench. barulah aku masuk kelapangan di detik 25 sebelum pertandingan usai. kurang dari satu menit aku bermain wasit telah membunyikan peluit tanda pertandingan telah usai. sangat geram rasanya hanya bermain di bawah setengah menit. cukup menyesal. melihat teman-temanku berteriak dan para supporter bersorak atas kemenangan kami. aku hanya bisa menutupi rasa sakitku. terus menahan senyum dan tawa di depan teman-teman. ini sakit jun. tapi untuk apa aku menangis,aku ini laki-laki,cukuplah menangis didalam dada. dalam hatiku berkata "kita tim ayaba dan ayaba sekarang menang kawan,tapi kalianlah yang menang bukan aku. aku hanya bench player yang bermain kurang dari setengah menit,aku cuma bawang kotong,kalianlah yang menang bukan aku" foto-foto dengan semua keluarga ayaba,bersandiwara di depan puluhan teman dan supporter. ini hal yang sangat berat untukku. cuma aku yang tidak mengabadikan kemenangan. maaf teman-teman aku langsung pamit pulang dan mencium kedua orang tuaku dalam hati kecilku berkata "maafkan aku ayah,ibu aku anak yang tidak bisa dibanggakan." tanpa sepatah kata aku langsung melepas sepatu dan meninggalkan lapangan. dengan berat hati. bukan apa-apa,bukannya aku melarikan diri dari kenyataan tapi aku tak tahan untuk melepas tangis. maaf teman-teman,maaf coach, maaf ayah dan ibu, maaf adek-adekku.
maaf para pembaca ini hanya luapan emosiku,aku hanya ingin berbagi cerita pada kalian. terimakasih karna sudah membaca :))





